INTERMITTENT FASTING BASICS

Intermittent Fasting

Banyak orang yang sudah mencoba berbagai cara untuk menurunkan berat badan, mencoba berbagai macam diet untuk bisa mengurangi 5 kg saja untuk mencapai berat badan ideal. Sadarkah Anda, bahwa semakin berumur tubuh akan semakin sulit mengurangi berat badan berlebih yang bertambah karena kehamilan, karena metabolisme yang sangat lamban, dan lain sebagainya.

Sebelum menyerah, mari kita rubah mindset untuk menurunkan berat badan.

Penting untuk menjadi sehat dulu sebelum bisa menurunkan berat badan.

Orang yang tidak sehat tidak akan dapat menurunkan berat badan dengan cara apapun, karena metabolisme di tubuhnya tidak baik, tubuhnya tidak dapat membakar lemak yang berlebih. Berat badan berlebih adalah gejala bahwa tubuh kita TIDAK SEHAT.

Kebanyakan program diet di luar sana akan fokus pada jumlah kalori yang dikonsumsi, sehingga kita harus selalu mengecek apakah kalori yang dimakan berlebih atau tidak.

Sedangkan hal utama yang justru harus diperhatikan adalah hormon. Ada hormon yang membantu penurunan berat badan atau membakar lemak. Ada juga hormon yang justru menghambat penurunan berat badan.

Begitu banyak program diet yang mencoba mempercepat metabolism tubuh dengan pola makan yang dibuat lebih sering, atau menekan napsu makan dengan obat, program olahraga yang sangat intens.

Hormon Insulin adalah hormone yang menghambat pembakaran lemak, menghambat penurunan berat badan. Dengan adanya sedikit insulin saja, tubuh kita akan sulit membakar lemak. Hormon ini yang membuat lingkar pinggang kita bertambah lebar.

Prinsipnya seperti ini:

Saat insulin naik, berat badan akan bertambah.

Saat insulin turun, berat badan akan berkurang.

Salah satu cara untuk menurunkan hormone yang menghambat penurunan berat badan adalah dengan Intermittent Fasting.

Apa yang disebut Intermittent Fasting?

Intermittent Fasting adalah mengatur pola makan kita menjadi lebih jarang, sehingga waktu berpuasa atau tidak makan lebih panjang.

Dengan cara ini, tubuh kita akan terbiasa untuk memberi tahu kapan kita lapar dan hanya makan di saat lapar saja.

Di Indonesia, dulu sempat dipopulerkan oleh Deddy Corbuzier sebagai OCD. Puasa dengan jendela waktu 8 jam, 12 jam, 16 jam dan 24 jam.

Apa yang akan dicapai dengan Intermittent Fasting (IF) ini?

Semakin lama kita bertahan tidak makan, semakin banyak lemak yang akan dibakar oleh tubuh secara otomatis. Tubuh akan beradaptasi yang tadinya membakar gula menjadi membakar persediaan lemak yang ada. Adaptasi ini bisa berlangsung selama 2 minggu, dan untuk beberapa orang dengan kondisi tertentu membutuhkan 6 minggu.

Keuntungan yang didapat luar biasa. Kemampuan berpikir menjadi lebih tajam, daya ingat juga demikian, belajar menjadi lebih mudah dan cepat. Dan juga, kelebihan berat badan terutama di bagian pinggang akan berkurang dan gula darah akan menurun.

Cara memulai Intermittent Fasting (IF)

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat.

Dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, otomatis akan membantu menurunkan hormone insulin dalam tubuh. Hasilnya kita akan semakin tidak kepingin ngemil dan jarang merasa lapar.

Kurangi makanan berkarbohidrat
Kurangi makan makanan berkarbohidrat tinggi seperti roti, bakmi, pasta, cereal, biskuit.

2. Coba mulai konsumsi lebih banyak lemak.

Untuk dapat bertahan tidak kelaparan di antara jam makan, Anda dapat menambahkan Virgin Coconut Oil atau Alpukat dalam menu Anda. Lebih dalam tentang manfaat Virgin Coconut Oil dan manfaat Alpukat akan dibahas dalam artikel lainnya.

3. Makan lebih banyak sayuran

Dengan banyaknya serat dalam sayuran, kita bisa bertahan lebih lama untuk sampai ke jam makan berikutnya. Sayuran membantu menurunkan kadar insulin dalam darah dan seratnya akan membantu meredakan rasa lapar.

Sayuran

Kalau biasanya kamu makan sehari 5x  atau bahkan 6x termasuk ngemil di antara jam makan. Misalnya makan pagi jam 8, ngemil jam 10/11, makan siang jam 12, ngemil sore jam 3, makan malam jam 6/7, ditambah lagi ngemil pada malam hari sebelum tidur jam 9 mungkin.

Coba perlahan lakukan ketiga hal yang saya sebutkan di atas, biasakan dalam seminggu. Minggu berikutnya mungkin jadwal makan bisa dikurangi menjadi 3x dengan pola sama seperti tiga langkah di atas.

Di minggu berikutnya, coba stop makan pagi, tunda selama mungkin sampai mendekati jam makan siang. Jadi kamu hanya makan 2 kali dalam sehari dan stop makan di jam 5 atau jam 6. Ingat ya, tanpa ngemil di antaranya!

Lakukan bertahap dan saya yakin kamu pasti bisa terbiasa. Ada orang yang memilih extreme sampai hanya makan satu kali sehari dan mereka tetap baik-baik saja.

Beri waktu 3-4 bulan untuk sampai benar-benar terbiasa dengan pola makan seperti ini. Kalau sudah terbiasa, kamu tidak lagi akan merasakan lapar yang luar biasa dan bisa bertahan hanya dengan makan 2 kali sehari, berarti kamu sudah bisa menurunkan kadar insulin dalam darah kamu.

Bolehkah minum air, teh, kopi, suplemen di antara jam makan?

Tentu saja boleh. Tapi untuk kopi jangan terlalu banyak, cukup satu kali dalam sehari. Dan pastikan jangan minum kopi dari sachet yang mengandung gula dan creamer. Kalau merasa lapar, keluarlah, lakukan kegiatan yang mengalihkan pikiran kamu dari makanan.

Boleh tambahkan sedikit garam laut (organic sea salt) ke dalam air minum kalau kamu sakit kepala saat lapar. Mineral yang terdapat dalam garam laut (elektrolit) dapat memberikan kamu tenaga tambahan. Juga boleh menambahkan nutritional yeast.

Organic Sea Salt
Nutritional Yeast
Nutritional Yeast

Satu hormone pembakaran lemak yang muncul saat intermittent fasting adalah Growth Hormone. Growth Hormone ini berbanding terbalik dengan hormone insulin. Saat ada insulin muncul, growth hormone ini tidak akan bekerja. Maka, saat kamu dapat mengendalikan bahkan menurunkan kadar insulin dalam darah, hormon pertumbuhan ini akan bekerja.

Growth Hormone ini dapat membantu dalam mengatasi penuaan dini, sel-sel yang rusak dapat tumbuh kembali, dan mengembangkan otot-otot di tubuh.

Intermittent Fasting menurunkan hormon insulin dan akan mengaktifkan growth hormone/ hormon pertumbuhan.

Mari kita coba Intermittent Fasting ini dikombinasi dengan Healthy Ketosis, perlahan tapi pasti, sehatkan dulu tubuh kita, baru nantinya penurunan berat tubuh akan terjadi dengan sendirinya secara alami, … sebagai bonus! 🙂